Di dalam artikel ini membahas tentang kontroversi masalah pembangunan lokalisasi prostitusi di daerah Ibu Kota Jakarta yang diwacanakan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok), karena adanya kasus pembunuhan pekerja seks komersial disebuah kost - kostan yang disalah gunakan sebagai tempat prostitusi terselubung. Dan ia juga mewacanakan pembangunan lokalisasi agar tidak ada lagi adanya prostitusi liar di Jakarta khususnya. Namun, wacana itu mendapat banyak penolakan dan kecaman dari masyarakat Jakarta.
Prostitusi merupakan fenomena yang terjadi dan sudah ada semenjak jaman dahulu sebagai sesuatu yang tidak akan bisa menjauh dari suatu kehidupan manusia selama manusia itu masih hidup di dunia. Sejarah yang menyangkut tentang adanya prostitusi tentunya tidak akan bisa diketahui kapan dan dimana tempatnya. Karena hal tersebut bisa dilakukan oleh siapa saja yang berkeinginan melakukannya. Prostitusi memang selalu menimbulkan pro dan kontra, antara setuju dan tidak setuju, suka dan tidak suka.
Pada jaman Ali Sadikin menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia sempat meresmikan lokalisasi rehabilitasi sosial (lokres) Kramat Tunggak di daerah Kramat Jaya, Koja Jakarta Utara yang tujuannya hanya untuk menyadarkan dan membina penjaja seks di Jakarta. Namun nyatanya, ada pihak lain yang memanfaatkan keadaan dan membujuk para penjaja seks yang ada didalam lokalisasi untuk kembali keprofesi mereka seperti dulu lagi, sehingga tempat tersebut dikenal sebagai lokalisasi terbesar di Asia Tenggara. Namun pada tahun 1999, Sutiyoso menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta atas idenya ia menutup tempat lokalisasi Kramat Tunggak tersebut dan menjadikannya sebagai Jakarta Islamic Centre.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempunyai wacana ingin membuat suatu lokalisasi bagi para penjaja seks komersial (PSK), yang berlokasi di Jakarta. Namun, masyarakat banyak yang menentang wacana Ahok tersebut dikarenakan wacana tersebut tidak efektif untuk mengurangi tingkat prostitusi di Jakarta.
Kasus pembunuhan yang terjadi kepada Deudeuh Alfi Sahrin (Thatha Chubby) membuat Gubernur Ibu Kota Jakarta kembali angkat bicara soal wacana pembangunan lokalisasi di Jakarta, dikarenakan adanya kasus pembunuhan seorang PSK dikost-kostan daerah Tebet Utara, Jakarta Selatan yang dianggapnya sebagai prostitusi terselubung. Menurut Ahok, salah satu solusi untuk mengurangi kemungkinan adanya prostitusi terselubung ialah dengan membangun tempat lokalisasi prostitusi didaerah Jakarta agar semua penjaja seks dapat dikontrol dengan sebagaimana mestinya.
Banyak yang tidak setuju soal wacana ahok membangun lokalisasi tersebut. Mereka beranggapan bahwa seharusnya pemerintah DKI Jakarta menyediakan lapangan kerja seluas-luasnya, agar tidak lebih banyak lagi wanita yang menjadi penjaja seks komersial. Karena mereka yang rela menjadi PSK adalah mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonominya sehari-hari dan juga tidak adanya lapangan pekerjaan yang tersedia bagi mereka.
Komentar
Posting Komentar